Berita

CORONA YANG SUNYI

CORONA YANG SUNYI


Pengarang : Dian Tri Artika, S.Pd

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Rambang Dangku




Dipertengahan tahun 2019 kehidupan manusia diguncang oleh mewabahnya virus Covid 19, virus yang membuat kehidupan ini menjadi sangat berubah dari sebelumnya. Orang-orang dilarang untuk bepergian dan berkumpul, aktivitas masyarakat serba dibatasi karena virus ini sangat cepat dan mudah sekali menular bahkan menyebabkan kematian pada manusia yang sudah terjangkit. Hal inipun ikut merubah kebiasaan kehidupku beserta keluarga. Diawal tersebarnya virus Covid 19 di daerahku, yaitu Desa Air Limau Kecamatan Rambang Niru. Sebuah desa kecil di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Semua aktivitas warga juga serba dibatasi mulai dari kegiatan ibadah di masjid, pasar mingguan atau kalangan desa, arisan warga sampai dengan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid 19. Hingga pada akhirnya di sekolah tempat saya mengajar yaitu SMK Negeri 1 Rambang Dangku diberlakukan sistem pembelajaran daring atau belajar dalam jaringan internet. Anak -anak belajar dari rumah dan guru tetap masuk ke sekolah sesuai jadwal mengajar guru masing-masing, sehingga guru mengajar daring dari sekolah. Saat itu saya sedang hamil anak kedua dengan usia kandungan kurang lebih 7 bulan. Beberapa bulan berlalu dengan kegiatan belajar daring, walaupun untuk mendapatkan sinyal internet sangatlah sulit di desaku tapi kami para guru tetap semangat untuk mengajar daring. Terkadang kami harus berdiam ditempat-tempat tertentu yang ada jaringan sinyal internetnya, misalnya di bawah pohon ataupun di teras-teras kelas. Maklumlah karena desaku terbilang daerah pelosok jadi sulit sekali untuk medapatkan sinyal internet dan terkadang juga sering terjadi pemadaman listrik. Saat terjadi pemadaman listrik maka secara otomatis sinyal internet akan menghilang seperti hantu sehingga pembelajaran daring menjadi terhambat.

Walaupun dengan kondisi yang terbatas tetapi saya dan rekan-rekan guru lainnya tetaplah semangat berjuang untuk membimbing para peserta didik melalui kegiatan pembelajaran daring. Terkadang hanya beberapa anak saja yang hadir di kelas daring karena mereka juga terkendala dengan sinyal, pemadaman listrik dan tak jarang ada beberapa peserta didik juga yang tidak memiliki paket internet. Tetapi hal tersebut tidak mematahkan semangat saya untuk tetap melaksanakan tugas sebagai guru bagi anak-anak didik saya. Tak lupa setiap hari saya menghimbau mereka untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan melarang mereka untuk bepergian jika tidak ada hal yang mendesak. Alhamdulillah sebagian besar peserta didik mematuhi himbaun tersebut sehingga kesehatan merekapun aman terjaga. Menyampaikan pelajaran melalui pembelajaran daring tidaklah mudah, banyak peserta didik yang tidak memahami materi mata pelajaran saya yaitu mata pelajaran kimia melalui belajar daring. Anak-anak banyak kesulitan untuk belajar memahami suatu materi karena semuanya serba terbatas dan mungkin karena selama ini mereka selalu dibimbing secara langsung oleh guru mereka. Sehingga disaat  mereka harus belajar sendiri maka mereka menjadi bingung dan tak jarang ada juga beberapa peserta didik yang lebih memilih main game online dari pada belajar daring. Hal ini menjadi suatu tantangan dan PR besar bagi saya sebagai seorang guru.

Dengan adanya masalah-masalah yang timbul akibat dari pembelajaran daring tersebut  maka upaya saya sebagai guru adalah selalu memberikan motivasi kepada peserta didik saya disetiap kesempatan mengajar supaya meraka tetap semangat untuk mengikuti kegiatan belajar daring bersama saya, tak jarang sayapun mengajak mereka untuk berdiskusi melalui grup WA kelas daring sehingga pembelajaran tetap berjalan interaktif melaui diskusi WA. mengapa saya memilih aplikasi WA saat itu? karena aplikasi ini tidak memerlukan sinyal yang begitu bagus, dengan sinyal seadanya WA dapat digunakan. Selain itu juga saya sering memberikan materi-materi melalui Classroom. Saya mengikuti pelatihan-pelatihan online tentang bagaimana menggunakan aplikasi Classroom dan kemudian saya ajarkan ilmu tersebut kepada anak-anak didik saya namun tak sedikit dari mereka yang belum juga bisa aktif di Classroom karena faktor sinyal dan paket internet. Tak lama kemudian alhamdulillah anak-anak beserta juga dengan para guru mendapatkan paket belajar dari Kementrian Pendidikan, hal tersebut dapat mengatasi kendala paket internet yang selama ini dialami oleh anak-anak didik saya. Selain itu kami juga mendapatkan akun belajar.id dari Kemendikbu,. seluruh peserta didik dan guru mendapatkan akun belajar.id tersebut. Maka saya dan teman-teman guru mengikuti pelatihan-pelatihan tentang bagaiman penggunaan akun belajar.id ini. Kemudian dari hasil pelatihan tersebut saya mengajak anak-anak untuk menggunakan akun belajar.id mereka dalam kegiatan Classroom.

Terkadang di tengah kebosanan anak-anak dalam mengikuti pembelajaran daring, saya sering melakukan kegiatan yang menurut saya membuat mereka sedikit rileksasi. Terkadang saya meminta anak-anak untuk memoto bagian rumah mereka yang berantakan, kemudian saya meminta mereka untuk membereskan dan membersihkan bagian rumah mereka tersebut, dan momotonya lagi setelah dirapikan. Setelah itu saya meminta anak-anak untuk menanyakan pendapat orang tua mereka atas hal yang mereka lakukan terebut dan banyak sebagian orang tua yang senang karena anak tersebut secara tidak langsung sudah membantu merapikan rumah. Anakpun sebagian besar senang karena mereka ada kegiatan lain selain mengerjakan soal dan bermanfaat untuk diri mereka serta lingkungan sekitar. Selain itu juga terkadang saya meminta mereka untuk membantu pekerjaan orang tua mereka di rumah yang belum diselesaikan oleh orang tua mereka, anak-anak ada yang mencuci piring, menjemur pakaian, menyapu halaman rumah dan saya selalu meminta mereka untuk mengirimkan foto sebelum kegiatan, selama kegiatan dan setelah kegiatan. Sehingga hasil kerja mereka tampak jelas terlihat dari foto after dan before tersebut. Pernah juga suatu pagi saya meminta anak-anak untuk menyiapkan makanan untuk keluarganya dan merekapun bersemangat untuk membuat sayur, lauk ataupun sambal untuk dimakan oleh keluarganya di rumah. Hal-hal tersebut tak jarang saya lakukan disela-sela pembelajaran daring yang terkadang terasa membosankan bagi para peserta didik. Setelah melakukan beberapa kegiatan tersbut sayapun melakukan survei kepada para peserta didik, dan hampir semua hasil survei mengatakan bahwa mereka senang melakukan hal tersebut karena hal tersebut bermanfaat, membuat orang tua mereka senang dan juga membuat mereka bisa belajar untuk membantu pekerjaan orang tuanya di rumah. Kegiatan ini juga selaras dengan Program Gerakan Sekolah Menyenangkan atau GSM yang tengah digalakan di sekolah kami saat itu dan sampai saat ini Program GSM tersebut masih tetap diterapkan di sekolah kami. Dimana program tersebut dilakukan supaya para peserta didik merasa senang dan nyaman untuk belajar di sekolah.

Adapun untuk keaktifan dan kehadiran peserta didik disaat belajar daring, saya selalu melakukan absensi diawal kegiatan pembelajaran dan saya selalu memberikan nilai kepada peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan belajar bersama saya. Kemudian sayapun menanyakan kepada peserta didik yang tidak aktif apa masalah yang mereka hadapi sehingga tidak bisa aktif mengikuti pembelajaran daring bersama saya. Dengan hal tersebut anak-anak merasa diperhatikan, sehingga untuk pertemuan berikutnya anak-anak yang tadinya kurang aktif menjadi lebih aktif dan anak-anak yang sudah aktif tetap bersemangat mengikuti pembelajaran daring bersama saya karena mereka merasa diberikan apresiasi dengan nilai-nilai yang saya berikan kepada meraka dan nilai tersebut saya umumkan di grup WA kelas, sehingga semua anak bisa melihat nilai tersebut sehingga dapat menjadi pemicu untuk anak-anak yang kurang aktif lainnya. Itulah beberapa usaha yang saya lakukan untuk mengatasi beberapa masalah saat pembelajaran daring di masa Covid 19.

Disela-sela kegiatan mengajar daring saya juga mengikuti banyak pelatihan tentang aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan dalam belajar daring. Saya juga belajar membuat video pembelajaran selain itu juga saya belajar tentang beberapa ikon yang ada di akun belajar.id. Walapun tidak semuanya saya aplikasikan kepada peserta didik saya karena di daerah kami sangat terkendala dengan sulitnya sinyal internet tetapi setidaknya saya mempunyai pengetahuan, pengalaman serta ilmu baru pada zaman pembelajaran yang sudah serba digital seperti saat sekarang ini. Anak-anak juga setidaknya tahu dan sudah menggunakan akun belajar.id mereka walapun baru sekedar digunakan pada ikon Classroom saja. Setidaknya mereka sudah menggunakan akun tersebut untuk kegiatan pembelajaran daring dan sampai dengan pembelajaran tatap muka terbataspun mereka tetap menggunakan akun belajar.id tersebut dalam pengiriman tugas dan juga membaca materi yang saya berikan di Classroom. Walapun sekolah kami di desa dan sulit sinyal internet tetapi anak-anak di sekolah kami tetap bisa mengikuti kemajuan zaman era digital seperti saat ini.

Itulah secuil pengalaman terbaik yang saya miliki di saat awal Corona melanda desa kami, dimana saya dan anak-anak didik sama-sama berjuang untuk tetap melakukan proses pembelajaran walapun semua kondisi serba terbatas. Tetapi ada beberapa hikmah yang bisa kami ambil dan petik dari masa-masa sulit tersebut. Selain itu ada juga hal mengharukan yang sering saya dengar dari peserta didik saya saat itu, yaitu mereka sering mengatakan rindu untuk datang ke sekolah dan rindu ingin bertemu bapak/ ibu guru serta teman-teman di sekolah. Itu merupakan suatu kebanggaan bagi saya karena saya bisa dirindukan oleh anak-anak didik saya, setidaknya kehadiran saya sedikit bermanfaat bagi kehidupan mereka. Dan saya selalu berharap semoga pengalaman serta ilmu pengetahuan yang saya berikan kepada mereka dapat bermanfaat bagi masa depan mereka nantinya.



Profil Penulis

Dian Tri Artika, seorang pendidik dan pengajar dengan status honorer yang bekerja di SMK Negeri 1 Rambang Dangku Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.


Biodata Penulis

Nama Lengkap : Dian Tri Artika, S.Pd

Judul : Corona yang Sunyi

Alamat Penulis : JL. Trimarga Desa Air Limau, SMK Negeri 1 Rambang Dangku Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.